Rekomendasi info bisnis online terbaru 2016 hingga referensi peluang usaha home industri sampai perusahaan jenis jasa dan perdagangan terpercaya.

Transformasi Si Lumba-Lumba Dewasa (Bondan Prakoso)


Versi baru Bondan Prakoso muncul pada 1999. Si lumba-lumba menjelma menjadi bassist handal beraliran keras melalui Funky Kopral. Selain dirinya juga ada Anggara Mulia (Angga), Bobbi Wibowo (Robbi), Kristo Perwira, dan Arlonsy Miraldi (Onci). Setidaknya mereka melahirkan tiga album sepanjang 1999-2003 di bawah bendera Universal Music. Tahun 2002 Oncy cabs ke Ungu lalu posisinya diganti Iman Taufik Rachman.

Funky Kopral, dan Bondan Prakoso tentunya, tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka sempat mendapat penghargaan Anugrah Musik Indonesia (AMI) Sharp Award pada tahun 2001 untuk kategori Grup Alternatif Terbaik. Entah apa yang menggugah Setiawan Djody sehingga hartawan multi talented ini berkolaborasi dengan Funky Kopral. Album yang dirilis pada 2003 ini bertajuk Misteri Cinta dan di tahun yang sama Funky Kopral kembali meraih AMI Sharp Award. Namun kali ini untuk kategori Kolaborasi Rock terbaik.

Sayangnya setelah itu Funkop, sebutan lain Funky Kopral, sempat vakum. Mereka sempat menjelaskan alasannya melalui Rolling Stone Indoesia. Beberapa personel Funkop terbentur beberapa kepentingan. Setelah Oncy dengan Ungu, Iman semakin serius menggarap J-Rock sedangkan Bondan sudah terikat kontrak dengan label untuk berkolaborasi dengan Fade 2 Black. Tinggalah Robbi dan Angga saja.

Iman J-Rock pun menawarkan Ilham, adiknya, untuk menempati posisi bassist yang ditinggalkan Bondan. Ditambah Echank yang sudah terbiasa bekerja sama dengan Tere dan Audy, Jilid Barunya Funkop muncul sekitar Juni 2006. Inilah komposisinya. Angga pada vokal, Robbi pada drum, Echank pada gitar, dan Ilham pada bass tentunya. Mereka tetap mengusung musik funk yang dipadu dengan pop dan rock.

Bayangan masa lalu memang sulit untuk dilupakan. Tidak jarang personel Funkop jilid Baru harus mengusung dada karena dalam beberapa penampilan masih banyak penonton yang meneriakkan nama Bondan. Rasanya pedih sekali menjadi Ilham. Funkop pun sempat mendapat cibiran ketika mulai membawa tema cinta. Namun Funkop tetap berjalan dikala Bondan sudah berlari lebih dulu bersama Fade 2 Black.

Bondan Prakoso & Fade 2 Black mengusung musik Hip Hop. Bersama kelompok rap asal Bogor ini, mereka sudah menghasilkan tiga album sampai dengan 2010. Tiga lagu jagoan mereka antara lain “Bunga” pada album Respect (2005), “Kroncong Protol” yang unik itu pada album Unity (2007), dan “Ya Sudahlah” pada album teranyar mereka yang bertajuk “For All”.

Seakan lengket dengan nama Bondan Prakoso, tahun 2008 kelompok rap ini mendapat AMI Sharp Award (lagi) untuk kategori Group Rap terbaik. Album Bondan Prakoso & Fade 2 Black pun laris manis di pasar komersil musik Indonesia. Pihak Sony BMG (temennya Badan Meteorologi dan Geofisika :P hihihihi) member kebebasan kepada Fade 2 Black untuk mengatur sendiri jeda waktu pembuatan album yang satu dengan musik yang lain.

Bondan benar-benar tidak bisa dipandang sebelah mata. Maksudnya kemampuan bermain bass-nya yaaa… Keahliannya dalam memetik bass dipandang begitu atraktif bagi para pemerhati musik. Jika tidak, mana mungkin Bondan bergabung dengan 12 pemain bass dari band ternama Indonesia untuk beraksi dalam satu panggung di sekitar 2006 lalu. Sebut saja Thomas “GIGI”, Rindra “Padi”, Bongky “BIP”, dan Adam “Sheila on 7”. Pertunjukan para bassist handal ini didapuk penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penampilan bassist terbanyak dalam satu panggung.

evipanjaitan.blogspot.com
0 Komentar untuk "Transformasi Si Lumba-Lumba Dewasa (Bondan Prakoso)"

Silahkan tinggalkan komentar terbaik anda dan mohon untuk tidak memasukkan link di dalam form komentar.

Salam.
Admin

Back To Top