Rekomendasi info bisnis online terbaru hingga referensi peluang usaha home industri sampai perusahaan jenis jasa dan perdagangan terpercaya.

12 Kelebihan & Kekurangan Atap Baja Ringan (Semarang) untuk Rumah Kekinian

Atap baja ringan Semarang, bisa dibilang lebih banyak dipilih sebagai material pembangunan rumah kekinian. Sebab, baja ringan dipercaya lebih menguntungkan dari beberapa aspek dibandingkan dengan rangka atap kayu.

Tapi bukan berarti atap baja ringan tak memiliki kekurangan.

Apabila kamu salah satu yang mau membangun rumah dengan baja ringan, sebaiknya ketahui dulu kelebihan dan kekurangannya terlebih dahulu.

Dengan begitu, kamu bisa memahami konstruksi rumahmu lebih mendalam lagi.

Yuk, kita simak bersama-sama 12 kelebihan dan kekurangan dari baja ringan berikut ini!




Jika dibandingkan dengan atap-atap rumah dari material lainnya, keunggulan atap baja ringan semarang bisa dibilang cukup banyak.

Keunggulan utamanya antara lain sebagai berikut:

1. Anti karat dan anti rayap
Baja ringan memiliki sifat yang anti rayap, berbeda dengan atap kayu.

Tak hanya itu, baja ringan juga terbuat dari material logam yang anti karat. Dengan begitu, perawatannya menjadi lebih mudah.

2. Lebih murah dibandingkan kayu
Lantaran semakin langka, harga kayu mengalami fluktuasi tajam.

Sedangkan baja ringan masih mudah dicari, sehingga harganya pun tak mengalami fluktuasi.

Kalau dibandingkan dengan atap kayu, baja ringan tentunya punya harga yang lebih murah.

Baca juga: Rangka Atap Baja Ringan Vs Kayu, Lebih Baik yang Mana?

3. Proses pemasangan mudah dan murah
Begitu juga dari segi pemasangan, rangka baja ringan lebih mudah proses pemasangannya.

Kemudahan ini berdampak pada kecepatan waktu dan biaya pengerjaan.

Lantaran mudah, proses pengerjaan pun bisa selesai dalam waktu singkat. Biayanya pun otomatis akan semakin murah.

4. Punya sifat yang lentur
Selain material kayu, baja ringan juga kerap dibandingkan dengan baja konvensional.

Dalam hal kelenturan, baja ringan jauh lebih lentur ketimbang baja konvensional.

Tegangan tarik baja ringan cukup tinggi, yaitu sekitar 550 Mpa, sedangkan baja konvensional hanya 300 Mpa.

Karena sifat lentur ini, baja ringan bisa menyerap energi dalam jumlah lebih besar. 

5. Daya tahan jangka panjang
Baja ringan punya kualitas daya tahan yang sangat baik lantaran tak mudah lapuk ataupun mengalami penyusutan.

Ditambah lagi, walaupun lebih lentur dari baja konvensional, baja ringan tetap kokoh untuk menahan kestabilan bangunan dibandingkan dengan kayu. 

6. Material ramah lingkungan karena bisa didaur ulang
Jika suatu saat nanti kamu mau membongkar rangka atap baja ringan, jangan langsung membuangnya.

Material baja masih bisa dimanfaatkan untuk membuat konstruksi bangunan lagi.

Lantaran karakteristinya yang bisa didaur ulang, penggunaan rangka baja ringan kerap digaungkan oleh program pemerintahan.

Dalam upaya merawat lingkungan, material kayu sebaiknya diganti dengan baja ringan karena karakteristik tersebut.

6 kelemahan atap baja ringan jika diaplikasikan pada hunian
baja ringan 


Walaupun banyak keunggulannya, tetap ada kekurangan atap baja ringan.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan jenis atap ini, sebainkya pertimbangkan juga kelemahan-kelemahan yang dimilikinya berikut ini:

1. Kurang fleksibel untuk profil rumah tertentu
Dibandingkan dengan kayu, tingkat kelenturan baja ringan memang lebih rendah.

Kayu memiliki tingkat fleksibilitas tinggi sehingga bisa dibentuk sedemikian rupa untuk menyesuaikan keinginan penggunanya.

Hal ini akan sulit diimplementasikan pada rumah dengan rangka atap baja ringan.

Ada beberapa profil rumah yang sulit untuk dibentuk dengan baja ringan.

Baca juga: Serba-Serbi Lantai Kayu: Kelebihan, Kekurangan, Hingga Harganya

2. Mudah terbawa angin
Biasanya, setiap bagian baja ringan akan disambung menggunakan baut.

Inilah yang menjadi kelemahan baja ringan. Ketika ada angin kencang, sambungan tersebut bisa berisiko terlepas dan terbawa angin.

Untuk itu, baja ringan kurang cocok digunakan sebagai konstruksi rumah yang berlokasi di daerah banyak angin.

3. Nilai estetika berkurang 
Estetika baja ringan akan sangat bergantung pada penutupnya.

Apabila penutup atap berbobot berat, maka kerapatan konstruksi atap akan semakin rapat.

Hal ini kerap membuat estetika bangunan berkurang.

4. Proses pembuatannya tak ramah lingkungan
Apabila dilihat dari segi berkelanjutan, baja ringan bisa mencemari lingkungan.

Berbeda dengan kayu yang cenderung lebih ramah lingkungan karena terbuat dari material organik. 

5. Bisa berakibat fatal jika salah hitung
Material baja ringan memiliki struktur jaringan, sehingga semuanya harus dihitung dengan matang.

Apabila terjadi salah perhitungan, bisa-bisa atap yang telah dibangun tidak memenuhi syarat keamanan.

Akhirnya mau tak mau semua harus diulang dari awal.

6. Rentan terkena hempasan angin
Memang, baja ringan cenderung lebih awet dan tahan lama dibandingkan material untuk atap yang lainnya.

Namun perlu diketahui juga bahwa proses pemasangan pada sambungan kerangka atap baja ringan hanya menggunakan baut.

Untuk itu, jika kamu bermukim di daerah yang sering terdapat angin kencang, hindari menggunakan jenis atap ini.

Pahami dulu kelebihan dan kekurangan di atas sebelum memutuskan untuk memakai atap baja ringan
Itu dia kelebihan dan kekurangan dari atap baja ringan.

Sebelum memutuskan pilihan, sebaiknya pertimbangkan dulu setiap plus minus yang dimiliki.

Perhitungkan juga harga atap baja ringan yang tentunya akan memengaruhi bujetmu.

Jasa Pemasangan Rangka Baja Ringan Semarang Murah Berkualitas

Kunjungi Rekomendasi dari kami bajanara.com

Silahkan WA ke 0882006034188
0 Komentar untuk "12 Kelebihan & Kekurangan Atap Baja Ringan (Semarang) untuk Rumah Kekinian"

Silahkan tinggalkan komentar terbaik anda dan mohon untuk tidak memasukkan link di dalam form komentar.

Salam.
Admin

Kanopi Semarang

Back To Top